Ngabuburit Preneur Bersama Dahlan Iskan 1.600 Tiket Terjual

Solidaritas-uinsa.org—Himaprodi Akutansi FEBI berkolaborasi dengan Himaprodi Manajemen Dakwah FDK UINSA mengadakan Ngabuburit Preneur Seminar Nasional Entrepreneurship dan Mega Launching 101 Produk Berkah Mahasiswa UINSA (30/5). Seminar dan pameran produk yang merupakan tugas pengganti UAS ini menghadirkan Dahlan Iskan dan Dekan S2 Universitas Ciputra David Sukardi Kodrat sebagai pembicara, bertempat di Auditorium UINSA.

Sebelum seminar dimulai, Dahlan Iskan dengan kemeja merah mudanya berkeliling di pameran mahasiswa dan membeli beberapa produk mereka. Dahlan Iskan mengapresiasi beberapa mahasiswa yang menampilkan produknya dengan mengundangnya ke atas panggung dan memberikan konsultasi terhadap usaha mereka. Salah satunya Rini Pujiastutik dengan produk Teh Godong. Dia mengaku sangat senang dapat berkonsultasi langsung dengan Dahlan Iskan. “Perasaannya seneng banget, enggak nyangka banget. Ketemu beliau aja udah seneng banget terus apalagi ini kan salah satu proyek dari kita itu diakui sama beliau, dibanggakan sama beliau. Alhamdulillah sekarang udah lega udah seneng banget pokoknya,” ungkapnya saat ditemui di stannya.

Begitu pula dengan Muhammad Wildan yang berada di atas panggung karena produk sketsa wajahnya. Wildan yang menjadikan sketsa sebagai usaha sampingan ini mengaku ingin menjadi aktor film dan sedang mendalami dunia peran di Teater SUA (UKM Fakultas Dakwah, Red). Untuk mendukung impiannya, Dahlan Iskan mengundang Wildan pada pementasan teater yang diadakan di SMA Ciputra. “Kalo saya tahu dia dua minggu yang lalu, saya akan minta dia ikut sebagai bintangnya,” ucap Dahlan Iskan yang disambut dengan tepuk tangan para peserta seminar.

David Sukardi juga memberikan komentar kepada produk Tempe Cokelat. David mengapresiasi para pencetusnya karena melakukan uji pasar sampai 10 kali, sedangkan menurutnya banyak sekali orang yang ketika membuat produk lupa untuk melakukannya (uji pasar, Red). Dia juga memuji keterampilan usaha Manajemen Artis milik Nur Wahyu Hasanah dan Fatmawati yang mampu berjalan lancar dengan sistem bagi keuntungan. Ia berpesan kepada peserta untuk sering keluar dan melihat agar mendapatkan ide-ide baru.

Acara yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB ini membuat Gedung Auditorium UINSA dipenuhi peserta. Saat ditemui seusai acara, Yusril Izza selaku ketua panitia mengaku hanya melakukan persiapan selama 3 minggu yang berawal dari tantangan dosen untuk memulai usaha. Meskipun persiapan tergolong sangat mendadak, 1.600 tiket seminar ludes dibeli peserta hanya dalam waktu 2 minggu saja. “Kalo direncanakan sih sekitar 1.600 peserta tapi terealisasi cuma sekitar 1.000-an yang hadir, karena ada ujian ma’had,” jawab Yusril saat ditanya jumlah peserta. (auls)

SUMBER

Advertisements