Bawaslu Banten Bentuk Panwas Hadapi Pilkada 2018

Rabu, 10 Mei 2017 – 14:22 wib

Advertisements

DPR RI Setujui Resolusi APA Budget 2018

Delegasi DPR RI menyetujui Draft Resoultion on Planning APA Budget in 2018 untuk disahkan pada Sidang Pleno APA yang akan diselenggarakan di Turki tahun 2017. Draft tersebut berisi tentang penerapan kontribusi bagi seluruh negara anggota dengan pengecualian Palestina dengan mempertimbangkan kondisi negara tersebut.

Saat Pertemuan APA di Abu Dhabi, UEA tanggal 22-23 Mei lalu, sempat muncul perbedaan pandangan mengenai mekanisme penentuan besaran kontribusi pernegara diantara anggota APA.

Tujuh parlemen anggota APA mendukung penentuan besaran yang sama bagi seluruh anggota, sementara tiga negara lainnya mendukung mekanisme seperti yang diterapkan dalam IPU yakni dengan melihat Gross Domestic Product (GDP).

Delegasi Indonesia bersama empat parlemen anggota lainnya masih harus berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait di dalam negeri dengan me-review cost and benefit keanggotaan Indonesia di organisasi internasional.

Pada pertemuan itu, delegasi Indonesia mengharapkan negara-negara anggota APA lainnya dapat memberi masukan/rekomendasi terkait mekanisme kontribusi kepada Sekretariat APA sebelum pelaksanaan Sidang Pleno APA.

Pertemuan APA kali ini juga membahas mengenai pengaturan staf Sekretariat APA serta kerangka keuangan melalui rencana penerapan kontribusi bagi negara anggota APA.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Sekretariat APA juga mengundang ahli keuangan untuk mempresentasikan model mekanisme besaran kontribusi bagi anggota APA.

Delegasi DPR RI pada Asian Parliamentary Assembly (APA) Standing Committee on Staff and Financial Regulations yang berlangsung tanggal 22- 23 Mei 2017 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dipimpin  Juliari P. Batubara (Wakil Ketua BKSAP/F-PDIP), didampingi Dave Akbarshah Fikarno, ME (F-PG) dan H. Mahfudz Abrurrahman, S.Sos (F-PKS).

Sidang ini juga dihadiri oleh delegasi dari 15 negara, yaitu Bahrain, Kamboja, Siprus, India, Indonesia, Iran, Irak, Yordania, Kuwait, Maladewa, Pakistan, Palestina, Arab Saudi, Turki dan Uni Emirat Arab. (Pemberitaan DPR RI)

Sumber

NU Jakarta: jangan seret agama ke politik praktis

logo-nu2Minggu, 12 Maret 2017 21:52 WIB | 2.429 Views

Pewarta:  Syaiful Hakim
NU Jakarta: jangan seret agama ke politik praktis
Nahdlatul Ulama (NU) (commons.wikimedia.org)
Jakarta (ANTARA News) – Pengurus Wilayah Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) NU DKI Jakarta mengimbau peserta pilkada agar jangan menyeret agama ke dalam politik praktis karena maraknya isu SARA dalam pemilihan kepala daerah yang telah membuat resah masyarakat.

Hal itu terungkap pada halaqah yang digelar Pengurus Wilayah Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) NU DKI Jakarta untuk menetralkan isu-isu SARA yang dimainkan di tengah masyarakat, di Jakarta, Minggu.

Ketua PW JQH, Ustadz Achmad Zarkasyi, menyatakan bahwa acara halaqah ini digelar dalam rangka memberikan pemahaman kepada para ustadz, kiai dan tokoh agama agar ikut memberikan pemahaman yang benar tentang agama.

“Agama tidak bisa diseret sedemikian jauh dalam gelanggang politik praktis, apalagi menyebabkan keresahan di tengah umat,” kata Achmad Zarkasyi, dalam acara Halaqah Pengurus Wilayah Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) NU DKI Jakarta dengan tema: Menyikapi Isu SARA dalam Pilkada DKI Jakarta.

Acara halaqah tersebut diisi oleh dua nara sumber, yaitu KH Taufik Damas (RelaNU) dan KH Zuhri Yaqub, Wakil Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta. Selain dua nara sumber tersebut, halaqah ini juga dihadiri oleh KH Ahmad Zahari, Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta yang memberikan kata sambutan.

Ustadz Zarkasyi mencontohkan spanduk-spanduk yang dipasang di berbagai wilayah dengan ancaman tidak akan mengurus jenazah muslim yang memilih pasangan nomor 2 dalam Pilkada Jakarta.

“Ancaman semacam itu sudah tidak masuk akal. Hal itu menunjukkan kepanikan orang yang menyebarkannya,” katanya.

Dalam hukum Islam (fiqh), mengurus jenazah berhukum fardhu kifayah. Semua orang akan berdosa jika tidak ada yang mau mengurus jenazah di sebuah lingkungan. Mengurus jenazah itu kewajiban orang yang hidup. Jahat sekali jika urusan jenazah dijadikan alat berpolitik demi merebut kekuasaan. Ancaman tidak mengurus jenazah hanya karena pilihan calon gubernur dalam Pilkada merupakan sikap yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, jelasnya.

“Para ustadz dan tokoh agama jangan mau dibohongi oleh oknum politisi yang sengaja mengeruhkan suasana dalam Pilkada Jakarta,” ujar Ustadz Zarkasyi.

Halaqah yang digelar di Jalan Tendean, Jakarta Selatan, dihadiri oleh puluhan ustadz dan tokoh agama yang merasakan adanya cara-cara tidak sehat (mempermainkan agama) dalam memenangkan calon tertentu di Pilkada DKI Jakarta.

Menurut mereka, gerakan massif dan sistematis tersebut sudah cukup mengganggu ketenangan masyarakat. Mereka juga menuntut pihak-pihak terkait untuk segera menindak tegas para pelaku penyebaran ancaman tersebut. Jika dibiarkan, kehidupan masyarakat akan terganggu dan akan merusak nilai-nilai persaudaraan umat.

“Politik seharusnya tetap menjaga etika dan kerukunan umat. Jangan menghalalkan segala cara hingga agama pun seperti dibajak sedemikian rupa hanya untuk menjegal pasangan calon tertentu dan memenangkan pasangan calon yang lain,” kata Zarkasyi.

“Ingat ya, agama itu terlalu suci untuk dibajak demi kepentingan politik sesaat. Saya mengajak agar kita menghentikan cara-cara kotor seperti itu. Jika diteruskan, saya khawatir Pemilik agama, Allah SWT, akan murka pada kita semua,” tambah Ustadz Zarkasyi.

Oleh karena itu, dirinya mengajak para tokoh agama untuk kembali menyebarkan ajaran agama yang mendamaikan dan menenangkan umat.

“Islam itu agama rahmat. Para ustadz dan tokoh agama harus mengajarkan nilai-nilai moral dan kebaikan kepada masyarakat. Kita semua bertanggung-jawab di dunia dan akhirat. Jangan sampai agama dijadikan alat untuk menyebar kebencian dan permusuhan. Permusuhan dan kebencian jelas tidak sejalan dengan ajaran Islam yang sangat luhur ini,” tutur Ustadz Zarkasyi.
Editor: Suryanto

Sumber

Tim Basarnas temukan dua pendaki Gunung Mekongga

Senin, 13 Maret 2017 10:07 WIB | 13 Views Pewarta: Suparman
Tim Basarnas temukan dua pendaki Gunung Mekongga
Tim SAR gabungan memeriksa kondisi Irfan Hidayat (19), mahasiswa Universitas Indonesia yang terluka saat pendakian di Gunung Slamet, Jateng, Senin (18/4/2016).(ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)
Kendari (ANTARA News) – Badan Sar Nasional Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melaporkan bahwa tim gabungan sudah menemukan dua dari empat pendaki Gunung Mekongga, Kolaka Utara, yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Dua orang korban atas nama Laode Mufazhir dan Khairat Umayah Said telah diketemukan oleh Tim SAR gabungan dalam keadaan selamat,” kata Humas Basarnas Kendari, Wahyudi di Kendari, Senin.

Menurut Wahyudi, saat ditemukan dua pendaki gunung tersebut mengalami hypothermia ringan.

“Mereka ditemukan diantara Pos 6 dan 7 Gunung Mekongga Kolaka Utara pada hari Minggu pukul 13.30 Wita, dikarenakan kondisi cuaca dan tidak berfungsinya alat komunikasi dengan baik mengakibatkan informasi yang terlambat ke Posko utama,” katanya.

Saat ini kata Wahyudi, proses evakuasi masih berjalan dan diperkirakan sore hari ini apabila kondisi cuaca memungkinkan maka tiba di posko utama.

Sebelumnya, Basarnas Kendari, menyatakan empat pendaki Gunung Melongga di Kabupaten Kolaka Utara Sultra dilaporkan hilang.

“Jumat (10/3) pukul 13.30 WITA kami mendapat laporan dari bapak Rohim dan bapak Lili Anggagia (tim pendaki pencinta alam) bahwa pada tanggal 08 Maret pukul 10.00 WITA empat orang terpisah saat melakukan pendakian di Gunung Mekongga,” kata Wahyudi.

Setelah mendapat laporan itu katanya, pada pukul 13.45 WITA Tim Rescue Pos SAR Kolaka diberangkatkan menuju tempat kejadian musibah dengan membawa alat pendukung lengkap lainnya untuk melakukan pencarian.

Disebutkan, data korban yang dinyatakan hilang tersebut yakni Edi Mulyadi (27tahun), Toto (20), La Ode (27) dan Khairat (25thn).

Saat ini, katanya, Tim Rescue Pos SAR Kolaka bersama unsur yang terlibat di lapangan sudah berada di kaki Gunung Mekongga.

“Tim saat ini masih melakukan pencarian bersama unsur terkait,” katanya.

Adapun unsur yang terlibat di lapangan yakni Polsek Ranteangin, SAR USN Kolaka, Pramuka, PMI Kolaka dan KPA Kolaka.

Editor: Unggul Tri Ratomo

Sumber