Olahraga Penurun Kolesterol Tinggi Paling Ampuh

Sabtu, 27 Mei 2017 11:08 WIB

Olahraga Penurun Kolesterol Tinggi Paling Ampuh
  • Ilustrasi
Tidak bisa dipungkiri bahwa olahraga adalah kegiatan yang menyehatkan dan melindungi Anda dari berbagai macam penyakit. Bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi, olahraga dan diet menjadi kunci utama penurunan kolesterol agar tidak berpengaruh pada fungsi jantung.
Banyak literatur yang menyebutkan bahwa olahraga aerobik seperti berlari, berenang, dan bersepeda misalnya adalah olahraga yang paling berkhasiat dalam rangka penurunan kolesterol.
Jika tidak terlalu suka dengan olahraga aerobik, tentu Anda masih memiliki beberapa pilihan lain. Kabar baiknya, sebenarnya olahraga jenis apapun akan membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Terlebih akan lebih baik jika Anda mampu mengombinasikan beberapa diantaranya. Di bawah ini ada beberapa alternatif olahraga dan penjelasan mengapa olahraga jenis ini mampu menurunkan kolesterol dalam darah.
1 Yoga
Jika olahraga aerobik mementingkan gerak secara terus menerus, Yoga adalah kombinasi antara gerakan, pernapasan, dan ketenangan pikiran. Yoga akan menurunkan stres dan membuat kamu rileks. Hal ini akan berefek positif terhadap kolesterol dalam darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung.
Dalam suatu penelitian, disebutkan bahwa melakukan Yoga secara rutin dapat menurunkan LDL kolesterol dari 14% hingga 35%. Disamping itu, Yoga juga dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik) dengan persentase yang beragam.
Penelitian ini melibatkan mereka yang telah melakukan Yoga bervariasi dari 2 bulan hingga 5 tahun. Yoga yang mengombinasikan gerakan yang lebih halus dengan pernapasan dan ketenangan pikiran juga dapat menurunkan berat badan. Tapi ketika melakukan yoga kamu jangan mengosongkan pikiran ya! bisa-bisa jin masuk ke dalam tubuh kamu. Jadi kamu bisa melakukan gerakan yoga yang tidak melanggar syariat dan tetap sambil berzikir. Insya Allah akan lebih menentramkan jiwa kamu.
2 Jogging, Berlari, Bersepeda, dan Berenang
Selain itu, ada olahraga yang murah meriah dan mudah untuk kamu lakukan, yaitu olahraga seperti Jogging, bersepeda, berenang, dan berlari. Olahraga ini merangsang produksi enzim tertentu untuk memindahkan LDL kolesterol dari darah ke hati, tempat dimana LDL akan diproses untuk dibuang keluar tubuh.
Dengan 30 menit aktivitas fisik, lima hari seminggu (20 menit, tiga kali seminggu) dapat membantu menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL, dan tentunya lebih banyak latihan tentu lebih baik.
Olahraga ini juga membantu kamu mempertahankan berat badan ideal, mengurangi kesempatan kamu untuk mengembangkan arteri tersumbat. Kamu tidak perlu berolahraga selama 30 menit langsung, namun kamu dapat memecahnya menjadi bertahap 10 menit.
3 Taichi
Taichi yang awalnya adalah seni bela diri kini telah menjadi olahraga populer bagi mereka yang tidak bisa terlalu bebas bergerak karena sakit atau usia lanjut. Gerakan Taichi yang lembut dan perlahan sangat cocok bagi mereka yang ingin melakukan olahraga dan melatih jantung tanpa harus bergerak terlalu keras.Meski gerakannya halus dan lambat, sebuah studi menyatakan bahwa gerakan taichi dapat menurunkan total kolesterol sebesar 7%, dimana LDL kolesterol turun sebesar 12% hingga 15% sedangkan kolesterol baik meningkat hingga mencapai 7%.
Olahraga apapun akan sangat membantu kamu menjaga ketahanan tubuh. Kunci untuk dapat merasakan efek baik olahraga adalah dengan melakukannya secara rutin. 40 menit olahraga yang disertai pemanasan dan pendinginan, 3 hingga 4 kali seminggu adalah frekuensi yang tepat untuk kesehatan jantung kamu.
4 Aerobik
Sebab utama dibalik popularitas olahraga aerobik dalam menurunkan kolesterol jahat dalam darah adalah karena olahraga aerobik ini membuat jantung memompa lebih kuat dan lebih cepat.
Hal ini akan berefek pada meningkatnya metabolisme dalam tubuh yang artinya tubuh kamu membakar kalori lebih banyak. Tubuh kamu akan lebih banyak membakar kalori yang berasal dari lemak yang secara langsung mempengaruhi tingkat LDL kolesterol (kolesterol jahat).
Demikianlah olahraga yang dapat menurunkan kolesterol tinggi dalam darah kamu. Terlebih, akan lebih baik jika kamu mampu mengombinasikan beberapa olahraga tersebut. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu. Jangan lupa share ya agar bermanfaat bagi yang lain.
Advertisements

Waspada, Kebanyakan Penderita Ini Terdeteksi setelah Stadium Dua

Senin, 05 Jun 2017 15:31 | editor : Suryo Eko Prasetyo

Penderita Kanker Serviks Dua Tahun Terakhir

Penderita Kanker Serviks Dua Tahun Terakhir (Grafis: Rizky/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Penderita kanker serviks terus bermunculan. Padahal, penyakit tersebut tergolong salah satu penyakit yang mematikan bagi kaum hawa. Meski demikian, risiko terkena kanker serviks bisa dicegah sejak dini. Salah satu caranya melakukan pemeriksaan infeksi visual asetat (IVA).

Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, sepanjang 2016 terdapat 4.889 orang yang diperiksa di puskesmas. Dari jumlah tersebut, 921 di antaranya dinyatakan positif menderita kanker serviks (lihat grafis). ’’Rata-rata terdeteksi setelah stadium II,’’ ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah Minggu (4/6).

Khusnah menyatakan, gejala kanker serviks sulit ditemukan. Sebab, letaknya berada di dalam rahim. Banyak penderita yang tidak merasakan tanda-tanda adanya kanker serviks saat masih stadium awal.

Mantan kepala Puskesmas Sukomulyo itu menyampaikan beberapa gejala yang bisa muncul saat stadium awal. Salah satunya, kerap terjadi keputihan yang berbau. Penderita juga sering mengalami pendarahan di luar siklus haid.

Pada stadium dua, lanjut Khusnah, penderita mulai merasakan gejala yang mengganggu. Rasa nyeri bisa muncul ketika berhubungan badan. Namun, banyak yang mengabaikannya. Ketika stadium tiga baru terjadi pendarahan yang hebat. Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Tujuannya, menghindari keterlambatan penanganan. ’’Itu sudah titik rawan penderita,’’ ucap alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu.

Mengapa disebut titik rawan? Pada stadium tiga, kanker sangat mudah menyebar ke organ lain. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kematian pada perempuan. ’’Apalagi kalau sudah divonis stadium empat,’’ katanya.

Khusnah mengungkapkan, kanker serviks sejatinya bisa dicegah. Melalui pemeriksaan IVA dan pap smear, tanda-tanda adanya kanker bisa dideteksi. Penanganan pun bisa dilakukan sejak dini. ’’Pemeriksaan IVA sudah ada di setiap puskesmas. Kalau pap smear hanya di rumah sakit,’’ tuturnya. (adi/c15/dio)

 Sumber

Injeksi Hyaluronic Acid yang Makin Diminati , Wajah Glowing dalam Sejam

Senin, 05 Jun 2017 16:38 | editor : Dwi Shintia

Ilustrasi

Ilustrasi (DITE SURENDRA/JAWA POS)

JawaPos.com – Beberapa tahun silam, injeksi vitamin C untuk bikin kulit lebih cerah secara instan sempat mengemuka. Kini, putih saja tidak cukup. Wajah harus glowing. Berkilau. Apa daya kalau wajah tidak glowing alami? Sama seperti kulit cerah, kita bisa memilih metode injeksi.

SALAH satu jenis perawatan yang efektif untuk mendapat kulit glowing adalah menginjeksikan hyaluronicacid (HA). Bahan tersebut sudah ada di dalam tubuh manusiasecara alami. ’’HA termasuk komponen penyusun kulit di bagian dermis,’’ kata dr Leni Kumalasari Dipl AAAM, clinic director The Emdee Skin Clinic Surabaya.

Karena itu, injeksi HA sangat aman dilakukan. Untuk memaksimalkan fungsinya, umumnya di klinik HA yang disuntikkan ke wajah dikombinasikan dengan vitamin, asam amino, dan garam mineral.

Mungkin sebagian orang mengira bahwa injeksi HA sama dengan suntik vitamin C. Menurut Leni,dua hal tersebut berbeda. Suntik vitamin C berfungsi mencerahkan kulit, meningkatkan produksi kolagen, dan daya tahan tubuh. Vitamin C diinjeksikan ke tubuh melalui pembuluh darah sehingga hasilnya dapat dirasakan seluruh tubuh.

’’Vitamin C itu metabolismenya di ginjal. Jadi, suntik vitamin C kurang disarankan untuk penderita gangguan ginjal. Malah bisa memperparah kondisi pasien,’’jelas Leni. Hal itu berbeda dengan injeksi HA. Cairan HA hanya diinjeksikan ke kulit, bukan pembuluh darah. Jadi, sangat aman bagi remaja dan orang tua sekalipun.

HA bakal membuat kulit wajah terasa kenyal. Sementara itu, asam amino dan vitamin berfungsi mencerahkan. Tenang saja, jarumnya sangat kecil dan halus sehingga tidak terlalu menimbulkan rasa sakit.

Tusukan jarum suntik akan mengakibatkan inflamasi dan merangsang fibroblast. Hasilnya, kolagen juga terangsang untuk keluar lebih banyak. Rangkaian perawatan dilakukan selama 45 menit. ’’Beda dengan suntik vitamin C, injeksi HA bisa membuat wajah terlihat lebih sehat,’’terang Leni.

Injeksi HA juga tak menimbulkan efek samping. Hanya, kulit mungkin memerah karena suntikan yang dilakukan saat perawatan. Namun, bekasnya bakal hilang setelah tiga hari. Saat itu pula, kulit mulai terlihat glowing.Dibutuhkan satu hingga dua minggu supaya hasil perawatan terlihat maksimal. Manfaat injeksi HA tersebut bisa bertahan hingga tiga bulan.

Bagi yang baru pertama kali, Leni menyarankan perawatan sebulan sekali selama tiga bulan berturut-turut. ’’Dengan begitu, hasilnya akan lebih lama, yaitu enam bulan. Selama itu, tak perlu injeksi lagi,’’ kata Leni. (adn/c18/na)

Sumber

Kendalikan Pola Makan, Obesitas Wajib Puasa

Sabtu, 03 Jun 2017 17:00 | editor : Muhammad Syadri

Ilustrasi

Ilustrasi (pixabay.com)

JawaPos.com – Seseorang dengan obesitas artinya sudah melebih berat badan dalam batas normal. Jika sudah dalam tahap ini, hati-hati dengan ancaman berbagai penyakit yang bisa datang kapan saja. Cara paling baik dan sehat dalam mengendalikan berat badan adalah dengan berpuasa.

Kebetulan di bulan Ramadan, berpuasa menjadi solusi jitu dan kesempatan yang baik bagi orang dengan obesitas. Berpuasa dapat memercepat penurunan berat badan. Tidak harus dengan ekstra diet ketat, berpuasa menjadi cara yang mudah bagi seseorang dengan obesitas.

“Orang obesitas justru dianjurkan berpuasa karena akan mempercepat penurunan berat badannya,” tegas Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Diah M. Utari kepada JawaPos.com, Sabtu (3/6).

Diah menyarankan kegiatan berpuasa bagi orang dengan obesitas dapat terus dilanjutkan setelah usai bulan Ramadan sehingga berat badan terjaga baik. Jangan hanya puasa, olahraga juga masih tetap bisa dilakukan, tentunya dengan durasi dan intensitas yang lebih ringan.

Namun Diah menegaskan, meskipun berpuasa, seseorang dengan obesitas tetap harus mengendalikan pola makan saat sahur dan berbuka. Jangan sampai balas dendam makan makanan melimpah saat berbuka dan sahur.

“Orang obesitas maupun yang tidak obesitas, dilarang keras balas dendam saat berbuka,” ungkapnya.

Menurut Diah, berbuka harus tetap mengonsumsi makanan dalam jumlah yang terukur. Pengendalian nafsu sangat penting dalam hal ini. “Ingat ya, berhentilah makan sebelum kenyang,” tukasnya.

Obesitas juga erat dengan penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan lainnya. Diah menjelaskan bagi penderita penyakit degeneratif boleh tidaknya berpuasa harusdi konsultasikan pada dokter dan ahli gizi, karena sifatnya individual.

“Bagi yang tidak memerlukan obat, maka puasa masih bisa dilakukan dan kadang dianjurkan,” tandasnya. (cr1/JPG)

Sumber