Pembebasan Lahan Proyek JLLB Tiga Bulan Bereskan 251 Peta Bidang

Selasa, 06 Jun 2017 16:24 | editor : Suryo Eko Prasetyo

Setelah JLLB Rampung...

Setelah JLLB Rampung… (Grafis: Rizky Agung/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pembebasan jalur lingkar luar barat (JLLB) untuk wilayah Sememi terbilang cepat. Sebanyak 251 peta bidang ditargetkan rampung dalam tiga bulan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya Erna Purnawati mengapresiasi langkah Badan Pertanahan Nasional (BPN) I Surabaya. Kegigihan BPN I untuk segera menuntaskan masalah pembebasan lahan dapat mempercepat terwujudnya proyek jalan pemecah kemacetan tersebut.

Selama ini pembebasan lahan lebih dari 5 hektare harus melalui BPN. Pemkot tidak cawe-cawe pada tahap pengukuran sampai pembebasan tanah. Pemkot tinggal membayar setelah pembebasan selesai. Saat ini pemkot telah menyediakan anggaran Rp 250 miliar untuk pembebasan tersebut.

Pemkot juga menggandeng pengembang untuk mewujudkan jalan sepanjang 26,1 km dengan lebar 55 meter tersebut. Saat ini pengembang CitraLand telah berkomitmen mewujudkan proyek tersebut. Hal itu menjadi trigger agar proyek tersebut segera terwujud.

Erna menerangkan, pemkot hanya membangun jalan dari pembebasan lahan milik warga. Tanah milik pengembang bakal dikerjakan pengembang sendiri. ’’Proyek ini akan selesai pada 2019,’’ ungkapnya.

Kepala BPN I Surabaya Joko Susanto menyatakan, percepatan pembebasan lahan memang menjadi tugas BPN. Dengan begitu, pembangunan infrastruktur di daerah bisa lebih cepat. ’’Memang harus begitu,’’ kata pria yang pernah bertugas di BPN Jember tersebut.

Bulan ini terdapat 100 persil yang diproses. Dia berharap pemkot merespons percepatan tersebut. ’’Kita harus bersinergi bila ingin cepat. Jangan menunggu,’’ tegas pria yang baru dua bulan menjabat di BPN I Surabaya tersebut.

BPN tidak bisa membebaskan seluruh lahan bila dana yang tersedia tidak mencukupi. Dana Rp 250 miliar yang disediakan sebenarnya juga digunakan untuk jalur lingkar luar timur (JLLT). Namun, progres JLLT kalah cepat dengan JLLB. Dia mengklaim 90 persen lahan yang harus dibebaskan bisa dituntaskan. ’’Orang berjalan kan pasti ada kerikil. Tapi, kendala yang ada tidak sampai mengganggu kok,’’ tuturnya.

Sementara itu, warga masih menunggu pembayaran ganti rugi. Yulis Baktiono, misalnya. Dia menjadi salah seorang warga Sememi yang terkena pembebasan lahan. Pada 2009, dia membeli rumah tipe 72 seharga Rp 300 juta. Rumah itu diukur BPN sejak tiga bulan lalu. ’’Harapannya, harga ganti untung tidak merugikan kami,’’ ucapnya.

Meski rumahnya telah diukur, dia belum mengetahui harga yang bakal ditawarkan untuk pembebasan. Selama harga yang ditawarkan cocok, warga tidak akan berkeberatan rumahnya dibebaskan. ’’Dengar-dengar sih nanti di-appraisal,’’ ujarnya.

Yulis belum menentukan bakal ke mana dirinya pindah. Sebab, uang pembebasan juga belum berada di tangan. Dia mengharapkan tetap tinggal di daerah Sememi. Sebab, kawasan tempat tinggalnya dianggap strategis dan tidak banjir. ’’Semoga dapat. Mau cari dekat-dekat sini saja,’’ kata dia. (sal/c14/fal)

Sumber

Ganti Token Tidak Kena Biaya, Justru Bisa Lebih Hemat

Selasa, 06 Jun 2017 16:52 | editor : Suryo Eko Prasetyo

Konsumsi Listrik Surabaya Selatan Januari-April

Konsumsi Listrik Surabaya Selatan Januari-April (Grafis: Herlambang/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Ada yang bilang pakai meteran listrik lebih murah ketimbang pakai token atau pulsa. Karena itu, sebagian masyarakat Surabaya enggan mengubah sistem meter listriknya menjadi token. Benarkah begitu?

Manajer Area PLN Surabaya Selatan Sudirman menyatakan, ketakutan masyarakat itu tidak benar. Sebab, tidak ada perbedaan tarif pada sistem pembayaran tersebut. ’’Yang berbeda cuma cara bayar saja,’’ ujar mantan manajer area PLN Gresik tersebut.

Dia menegaskan, tidak ada paksaan untuk mengubah sistem pembayaran listrik. Masyarakat bebas memilih. Namun, Sudirman menganggap penggunaan sistem prabayar dengan token lebih menguntungkan. Sebab, masyarakat bisa mengontrol penggunaan listrik setiap hari pada mesin meter yang sudah menggunakan layar digital. Perilaku penghematan pun otomatis menjadi kebiasaan. ’’Kalau tahu pemakaiannya boros, pasti masyarakat mulai melakukan penghematan,’’ katanya.

Alarm peringatan bakal mengingatkan pelanggan bahwa pulsa listrik hampir habis. Saat itulah pelanggan mulai mencabuti segala peralatan listrik yang dianggap tidak perlu. Alat-alat listrik seperti TV, DVD player, laptop, komputer, hingga charger HP bisa menyedot listrik meski dalam keadaan tidak dipakai atau stand by. Alat-alat itu selama ini disebut vampir listrik.

Selain penghematan, ada beberapa keunggulan listrik token lainnya. Pelanggan tidak dikenai denda jika telat membayar. Permasalahan listrik yang boros pun bisa diketahui lebih dini. Tanpa perlu menunggu waktu membayar listrik di akhir bulan.

Privasi pelanggan juga lebih terjaga. Sebab, tidak ada lagi petugas meteran yang setiap bulan mampir ke rumah. Hal itu juga mengurangi potensi kejahatan dengan modus berpura-pura sebagai petugas PLN. ’’Kita juga lebih enak. Tidak perlu banyak petugas untuk nyatet,’’ jelas pria yang tinggal di Sepanjang, Sidoarjo, tersebut.

Selain itu, saat ini pulsa bisa dibeli di seluruh minimarket yang tersebar di Surabaya. Karena itu, dia menganggap warga Surabaya seharusnya lebih mudah menggunakan sistem token. Tidak perlu membayar jauh-jauh ke loket PLN.

Surabaya Selatan memiliki pelanggan tertinggi ketimbang area utara dan barat. Ada 559 ribu pelanggan dari total pelanggan 1 juta sambungan. Dari 559 ribu pelanggan tersebut, 37 persennya memilih token listrik.

Sudirman mempersilakan masyarakat untuk mengajukan ganti meteran di loket PLN. Penggantian itu tidak dipungut biaya. PLN masih punya banyak stok meteran. ’’Sebenarnya kalau beli itu sekitar Rp 300 ribu. Tapi, ini gratis,’’ jelasnya.

Dibandingkan 2016, penggunaan listrik token sebenarnya telah meningkat. Sejumlah masyarakat sudah berhemat. Kondisi itu berimbas pada tingkat konsumsi listrik rumah tangga. Di Surabaya Selatan, konsumsi listrik periode Januari–April terpantau turun hingga 15 juta kilowatt hours (kWh) dibandingkan 2016.

Perbandingannya 492 juta kWh dan 477 juta kWh. Turun 3,12 persen. Kenaikan terjadi di sektor bisnis hingga 13 juta kWh atau meningkat sampai 3,78 persen. Peningkatan dari sektor bisnis itu secara tidak langsung membuat perekonomian Surabaya meningkat. ’’Itu efeknya kalau masyarakat berhemat. Bisa digunakan ke sektor produktif,’’ lanjut dia. (sal/c15/oni)

 Sumber

Mudik Gratis Tak Perlu Ngantre Jika Daftar via Online

Selasa, 06 Jun 2017 16:48 | editor : Suryo Eko Prasetyo

IKUTI PETUNJUKNYA, PAK: Petugas Dishub LLAJ Jatim membantu warga yang menanyakan aturan mudik gratis.

IKUTI PETUNJUKNYA, PAK: Petugas Dishub LLAJ Jatim membantu warga yang menanyakan aturan mudik gratis. (Dipta Wahyu/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Dinas Perhubungan (Dishub) LLAJ Jawa Timur terus bersiap menyambut mudik Lebaran. Mereka kini membuka pendaftaran mudik gratis bagi warga Surabaya yang punya tujuan di dalam provinsi. Dishub juga menyiapkan skema agar arus masuk Surabaya tidak bertabrakan dengan arus keluar.

Kepala Bidang Angkutan Keselamatan Jalan Dishub LLAJ Jatim Isa Ansori menyatakan, pemerintah bakal mengerahkan 530 bus untuk mengangkut 73 ribu pemudik menuju 20 kota di wilayah Jawa timur. Bus tersebut disebar ke berbagai lembaga. Salah satunya adalah kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). ”Yang berangkat dari kantor kami sebanyak 10 ribu pemudik. Sedangkan sisanya kami kerahkan untuk mudik gratis lainnya,” ungkapnya.

Tahun ini pendaftaran mudik gratis berbeda dengan sebelumnya. Kali ini dishub menerapkan sistem pendaftaran online. Dengan demikian, insiden saling sikut saat pendaftaran tidak akan terjadi lagi. Bagi yang datang langsung ke kantor dishub, hanya disediakan antrean seribu tiket. ”Pendaftarannya dibagi dua. Lima ribu kursi untuk hari pertama Senin (5/6). Sedangkan sisanya bakal dibagikan Selasa (6/6),” jelasnya. Selain menyediakan armada bus, dishub menyediakan truk untuk mengangkut motor para pemudik. Sayang, kuota yang diberikan hanya untuk 400 motor dengan tujuan beberapa kota tertentu.

Penerapan sistem online disyukuri oleh Suparni, 42. Ibu dua anak itu baru mengetahui sistem pendaftaran mulai Senin (5/6) pagi dan langsung mengajukan tiket. Rupanya, tiket tersebut langsung bisa dicetak saat dia datang siangnya. ”Lebih enak. Kalau tahun-tahun kemarin harus desak-desakan dan mengantre lama. Sekarang nggak sampai sejam sudah selesai,” ujar perempuan yang setiap tahun mudik ke Banyuwangi itu.

Namun, tidak semua seberuntung Suparni. Contohnya, Bane Indro, 56, asal Rungkut Menanggal. Pria yang sudah dua tahun menjadi peserta mudik gratis Dishub Jatim itu terpaksa menelan ludah karena kehabisan nomor antrean. ”Saya sudah datang jam 08.00, tapi ternyata banyak yang ngantre mulai jam 5 pagi. Disuruh datang besok lagi,” ungkapnya.

Bane mengaku khawatir tidak mendapat kursi tahun ini. Apalagi, dia mengaku orang gaptek yang tidak tahu cara berselancar di dunia maya. ”Besok saya mau datang lagi. Tapi, berangkatnya setelah subuh,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait persiapan arus kendaraan pribadi saat mudik, Isa sudah menyiapkan skema agar tidak ada kemacetan signifikan saat puncak mudik. Salah satu caranya memisahkan jalur keluar dan masuk kendaraan di Jawa Timur.

Untuk jalur keluar, dishub telah merancang akses-akses tol baru mulai Surabaya sampai Ngawi. Tol yang belum selesai 100 persen itu bakal dibuka sebagai jalur kendaraan kelas 1 atau sekelas mobil pribadi keluar dari Surabaya. ”Misalnya, ruas tol baru Surabaya–Krian. Hanya, jalan fungsional ini hanya berfungsi dari pukul 09.00 sampai 17.00. Kecepatannya tidak boleh melebihi 60 kilometer per jam,” ingatnya.

Arus masuk dari wilayah luar Jawa Timur bakal tetap diarahkan ke jalur protokol konvensional. Dengan begitu, jalur-jalur tersebut bisa diberlakukan satu arah jika keadaan mendesak. ”Tahun ini kami perkirakan ada kenaikan jumlah kendaraan pribadi mencapai double digit. Misalnya, Surabaya–Madura yang diperkirakan naik 39 persen dari 98 ribu kendaraan per hari menjadi 137 ribu kendaraan,” jelasnya. (bil/c6/oni)

 sumber