Waspada, Kebanyakan Penderita Ini Terdeteksi setelah Stadium Dua

Senin, 05 Jun 2017 15:31 | editor : Suryo Eko Prasetyo

Penderita Kanker Serviks Dua Tahun Terakhir

Penderita Kanker Serviks Dua Tahun Terakhir (Grafis: Rizky/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Penderita kanker serviks terus bermunculan. Padahal, penyakit tersebut tergolong salah satu penyakit yang mematikan bagi kaum hawa. Meski demikian, risiko terkena kanker serviks bisa dicegah sejak dini. Salah satu caranya melakukan pemeriksaan infeksi visual asetat (IVA).

Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, sepanjang 2016 terdapat 4.889 orang yang diperiksa di puskesmas. Dari jumlah tersebut, 921 di antaranya dinyatakan positif menderita kanker serviks (lihat grafis). ’’Rata-rata terdeteksi setelah stadium II,’’ ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah Minggu (4/6).

Khusnah menyatakan, gejala kanker serviks sulit ditemukan. Sebab, letaknya berada di dalam rahim. Banyak penderita yang tidak merasakan tanda-tanda adanya kanker serviks saat masih stadium awal.

Mantan kepala Puskesmas Sukomulyo itu menyampaikan beberapa gejala yang bisa muncul saat stadium awal. Salah satunya, kerap terjadi keputihan yang berbau. Penderita juga sering mengalami pendarahan di luar siklus haid.

Pada stadium dua, lanjut Khusnah, penderita mulai merasakan gejala yang mengganggu. Rasa nyeri bisa muncul ketika berhubungan badan. Namun, banyak yang mengabaikannya. Ketika stadium tiga baru terjadi pendarahan yang hebat. Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Tujuannya, menghindari keterlambatan penanganan. ’’Itu sudah titik rawan penderita,’’ ucap alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu.

Mengapa disebut titik rawan? Pada stadium tiga, kanker sangat mudah menyebar ke organ lain. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kematian pada perempuan. ’’Apalagi kalau sudah divonis stadium empat,’’ katanya.

Khusnah mengungkapkan, kanker serviks sejatinya bisa dicegah. Melalui pemeriksaan IVA dan pap smear, tanda-tanda adanya kanker bisa dideteksi. Penanganan pun bisa dilakukan sejak dini. ’’Pemeriksaan IVA sudah ada di setiap puskesmas. Kalau pap smear hanya di rumah sakit,’’ tuturnya. (adi/c15/dio)

 Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s