Ganti Token Tidak Kena Biaya, Justru Bisa Lebih Hemat

Selasa, 06 Jun 2017 16:52 | editor : Suryo Eko Prasetyo

Konsumsi Listrik Surabaya Selatan Januari-April

Konsumsi Listrik Surabaya Selatan Januari-April (Grafis: Herlambang/Jawa Pos/JawaPos.com)

JawaPos.com – Ada yang bilang pakai meteran listrik lebih murah ketimbang pakai token atau pulsa. Karena itu, sebagian masyarakat Surabaya enggan mengubah sistem meter listriknya menjadi token. Benarkah begitu?

Manajer Area PLN Surabaya Selatan Sudirman menyatakan, ketakutan masyarakat itu tidak benar. Sebab, tidak ada perbedaan tarif pada sistem pembayaran tersebut. ’’Yang berbeda cuma cara bayar saja,’’ ujar mantan manajer area PLN Gresik tersebut.

Dia menegaskan, tidak ada paksaan untuk mengubah sistem pembayaran listrik. Masyarakat bebas memilih. Namun, Sudirman menganggap penggunaan sistem prabayar dengan token lebih menguntungkan. Sebab, masyarakat bisa mengontrol penggunaan listrik setiap hari pada mesin meter yang sudah menggunakan layar digital. Perilaku penghematan pun otomatis menjadi kebiasaan. ’’Kalau tahu pemakaiannya boros, pasti masyarakat mulai melakukan penghematan,’’ katanya.

Alarm peringatan bakal mengingatkan pelanggan bahwa pulsa listrik hampir habis. Saat itulah pelanggan mulai mencabuti segala peralatan listrik yang dianggap tidak perlu. Alat-alat listrik seperti TV, DVD player, laptop, komputer, hingga charger HP bisa menyedot listrik meski dalam keadaan tidak dipakai atau stand by. Alat-alat itu selama ini disebut vampir listrik.

Selain penghematan, ada beberapa keunggulan listrik token lainnya. Pelanggan tidak dikenai denda jika telat membayar. Permasalahan listrik yang boros pun bisa diketahui lebih dini. Tanpa perlu menunggu waktu membayar listrik di akhir bulan.

Privasi pelanggan juga lebih terjaga. Sebab, tidak ada lagi petugas meteran yang setiap bulan mampir ke rumah. Hal itu juga mengurangi potensi kejahatan dengan modus berpura-pura sebagai petugas PLN. ’’Kita juga lebih enak. Tidak perlu banyak petugas untuk nyatet,’’ jelas pria yang tinggal di Sepanjang, Sidoarjo, tersebut.

Selain itu, saat ini pulsa bisa dibeli di seluruh minimarket yang tersebar di Surabaya. Karena itu, dia menganggap warga Surabaya seharusnya lebih mudah menggunakan sistem token. Tidak perlu membayar jauh-jauh ke loket PLN.

Surabaya Selatan memiliki pelanggan tertinggi ketimbang area utara dan barat. Ada 559 ribu pelanggan dari total pelanggan 1 juta sambungan. Dari 559 ribu pelanggan tersebut, 37 persennya memilih token listrik.

Sudirman mempersilakan masyarakat untuk mengajukan ganti meteran di loket PLN. Penggantian itu tidak dipungut biaya. PLN masih punya banyak stok meteran. ’’Sebenarnya kalau beli itu sekitar Rp 300 ribu. Tapi, ini gratis,’’ jelasnya.

Dibandingkan 2016, penggunaan listrik token sebenarnya telah meningkat. Sejumlah masyarakat sudah berhemat. Kondisi itu berimbas pada tingkat konsumsi listrik rumah tangga. Di Surabaya Selatan, konsumsi listrik periode Januari–April terpantau turun hingga 15 juta kilowatt hours (kWh) dibandingkan 2016.

Perbandingannya 492 juta kWh dan 477 juta kWh. Turun 3,12 persen. Kenaikan terjadi di sektor bisnis hingga 13 juta kWh atau meningkat sampai 3,78 persen. Peningkatan dari sektor bisnis itu secara tidak langsung membuat perekonomian Surabaya meningkat. ’’Itu efeknya kalau masyarakat berhemat. Bisa digunakan ke sektor produktif,’’ lanjut dia. (sal/c15/oni)

 Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s